Home / SOSIAL BUDAYA / GENERASI KEDUA SANTRI NU

GENERASI KEDUA SANTRI NU

Hari santri nasional merupakan momentum yang tepat untuk mentransformasi mental bagi para pemuda penerus Bangsa dalam tatanan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Tantangan bangsa kita kedepan amat sangat berat dari berbagai aspek segi kehidupan baik secara agamis, ekonomi, sosial bahkan sampai kenegaraan utamanya keutuhan NKRI.

Adanya fenomena kehancuran moral dewasa ini banyak peristiwa-peristiwa yang amat sangat memilukan, memprihatinkan bahkan memalukan ukuran kepantasan, degrasi moral sekarang ini tidak seharusnya terjadi apabila kita menerapkan pondasi keagamaan yang kuat, kebudayaan yang santun, serta tingkat pemahaman tata kehidupan bernegara yang baik dan didukung kemapanan ekonomi serta tingkat pendidikan yang memadai.

Tragis memang, apabila kita mengakumulasi peristiwa akhir-akhir ini mulai dari adanya sekelompok teroris yang mengatasnamakan jihad dengan mendoktrin radikalisme ekstrim baik itu berbentuk ISIS, Jaringan AL-QAEDA atau gerakan sejenisnya yang anti pemerintah, darurat penyalahgunaan psikotropika/narkoba dari mulai pelajar bahkan sampai anggota dewan, pejabat sampai oknum polisi dan TNI di lini penegak hukum.

Banyaknya para pejabat yang menjadi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sebagai koruptor mulai dari tingkat daerah sampai pusat yang sering dipertontonkan menghiasi layar kaca televisi kita.

Krisis moral sedang melanda, kita kehilangan jati diri bangsa namun kita tidak tinggal diam kita harus merevolusi mental khususnya untuk generasi muda sebagai tonggak kepemimpinan bangsa kedepan adalah wadah organisasi Islam Nusantara Nahdlatul Ulama (NU) yang mencanangkan lewat mediator pemerintah Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Momentum ini juga merupakan titik awal kebangkitan kembali para mujahidin generasi kedua santri NU di seluruh Nusantara.

Hari Santri Nasional merupakan wujud eksistensi santri yang direfleksikan sebagai penerus pejuang bangsa dengan semangat jihad fisabilillah dalam membela negara (hisbul wathon) sehingga terwujud sebuah negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Relevansi tersebut juga sudah ditanamkan oleh pendiri organisasi NU yaitu Hadratush Syeih K.H. Hasyim Asy’ari jauh sebelum kemerdekaan saat negeri ini masih dalam cengkraman penjajah, dengan mendirikan pondok pesantren di Tebu Ireng pada tahun 1926 yang memunculkan fundamental Islam Nahdlatul Ulama (NU) sebagai tonggak lahirnya santri dalam wadah lembaga pendidikan yang berbasis pondok pesantren dengan konsep dasar ajaran agama Islam ahli sunnah wal jamaah, membentuk sifat mental akhlakul karimah.

Beliau juga menanamkan jiwa patriotisme, heroisme demi negara dengan diwujudkannya resolusi jihad pada tahun 1942. Maka referensi inilah yang menggerakan seluruh santri nusantara untuk berjuang melawan penjajah khususnya para santri di lingkup NU. Berkah jasa beliau dalam peran serta merebut kemerdekaan RI, maka pemerintah RI memberikan penghormatan anugrah sebagai pahlawan nasional.

Pada dekade sekarang ini, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) juga berkomitmen selalu menjaga Pancasila, Bineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD 1945 (PBNU).

Oleh karena itu, santri adalah investasi bangsa yang sangat vital bagi pondasi negara yang kokoh. Eksistensi santri menjadi sangat penting bahkan para santri NU didaulat sebagai penerus tonggak kepemimpinan bangsa maka Hari Santri Nasional juga merupakan kebangkitan kembali generasi santri kedua Nahdlatul Ulama (NU).

To be continue…..

Penulis: Rijal Abdilllah (Staff Umum Cleaning Servise SMK Ma’arif 2 Gombong)

_____________________________________
Terima kasih telah berkunjung di Website Personal kami. Mohon berikan komentar Anda untuk meningkatkan kualitas berita kami. Layanan Liputan : 081327736138 | Email:saifudinmadugo@yahoo.com
SAIFUDIN-23-1-1024x294

About saifudin

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hii world…, Nama saya Sefudin, Manusia biasa dengan pengalaman biasa-biasa saja. Saya ingin belajar apa saja dari siapa saja. Saya lahir di desa Kebanggaan saya Kedungpuji, Gombong tepatnya tanggal 21 Februari 1985. Saya suka berkawan dengan siapa saja, terutama mereka yang terbiasa dengan kebiasaan aktivitas pendidikan dan sosial. Saya berusaha untuk belajar dari orang lain. Bagi saya semua orang adalah guru saya. Moto hidup saya adalah “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain. Silahkan berkunjung di Website saya di: www.saifudinmadugo.com | www.saifudincomputer.com | www.servicelaptoppanggilan.com atau blognya di: www.saifudin-madugo.blogspot.co.id Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua… untuk terus selalu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Aamiin. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Regards Sefudin

Check Also

Mengganggu Lingkungan, Kandang Ayam di Pejagatan Diprotes Warga

KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Usaha peternakan ayam potong di RT 2 RW 2 Desa Pejagatan Kecamatan Kutowinangun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *