Home / BERITA TERKINI / PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK

PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK

Pasal 3 Undang – Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menerangkan: Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.

Undang-undang tersebut dibuat jelas sebagai amanat kepada seluruh stake holder bangsa ini agar bersama-sama melakukan perlindungan terhadap anak-anak Indonesia yang merupakan generasi bangsa ini ke depan. Baik buruknya bangsa ini ke depan adalah ditentukan bagaimana kita sebagai satu generasi mengelola anak-anak kita sekarang, bila kita buruk mengelola anak maka akan buruk pula generasi ke depan.

Anak adalah makhluk kecil yang tidak berdaya, ia terlahir ke dunia ini karena sebab proses biologis manusia dewasa, ia tak pernah minta untuk dilahirkan ke dunia akan tetapi terkadang ia harus mengalami penderitaan akibat terlahir itu, maka penyadaran oleh berbagai pihak tentang hal ini mutlak harus dilakukan, seperti terlahirnya undang-undang tersebut di atas.

Walaupun sudah cukup lama Undang-Undang Perlindungan Anak di berlakukan akan tetapi penelantaran anak, kekerasan terhadap anak, pelecehan sexual terhadap anak belum menurun, bahkan cenderung meningkat.  Pertengahan tahun 2015 layar televisi di Indonesia banyak memberitakan kasus penelantaran anak yang menghebohkan yaitu kasus meninggalnya Angeline di kota Denpasar Bali.

Anak usia 8 tahun itu meninggal akibat penelantaran dan penganiayaan. Usia anak yang mestinya harus mendapatkan perhatian, perlindungan, pengasuhan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya tetapi malah terlantarkan dan teraniaya sampai meninggal dunia.

Walaupun sebetulnya sebab-sebab dibawah ini tidak bisa dijadikan alasan untuk menganiaya dan menelantarkan anak tapi penyebab ketelantaran anak antara lain terjadi karena :

  1. Faktor Pendidikan

Minimnya pengetahuan pada orang tua maka akan mudah melakukan penganiayaan terhadap anak, karena penganiayaan anak itu bukan hanya fisik tapi juga penganiayaan psikhis, termasuk dipertontonkan perilaku orang dewasa yang belum saatnya dipertontonkan kepada anak-anak ini juga termasuk hal yang melanggar perlindungan anak.

  1. Faktor ekonomi

Faktor ekonomi sering menjadi alasan anak terlantarkan. Orang tua yang tidak mampu bahkan untuk sekedar membayar biaya persalinan dengan terpaksa memberikan hak asuh anaknya kepada orang lain yang belum tentu bisa menyayangi sepenuh hati sebagaimana orangtuanya sendiri. Karena faktor ekonomi banyak waktu orang tua mencari nafkah sehingga waktu untuk pengasuhan, pendampingan untuk anak menjadi sangat kurang. Disamping itu karena orang tua kerja diluar kota maka anak-anak sering diasuh oleh kakek dan neneknya. Atau karena faktor ekonomi maka anak terpaksa harus putus sekolah karena diharap bisa membantu orang tuanya untuk mencari nafkah.

  1. Faktor Sosial Budaya

Maraknya gaya hidup hedonis-konsumerisme maka manusia dikejar kebutuhan untuk menjaga penampilan dengan berbagai kebutuhan yang tidak penting, akibatnya mereka terlampau sibuk sehingga mengabaikan tanggungjawab dalam mengurus anak-anaknya. Seperti anak mengalami kecelakaan dirumah ketika ibunya asyik dengan gadgetnya.

  1. Faktor Teknologi Informasi

Dampak kemajuan teknologi informatika lebih banyak negatifnya dari pada positifnya ketika sikap mental manusianya yang belum siap dengan teknologi tersebut. Akibatnya berbagai sikap negatif muncul dengan pesat tidak seiring dengan tindakan pemberdayaan masyarakat untuk berbuat yang lebih baik, contoh: maraknya anak main game on line sampai lupa waktu untuk belajar dan aktifitas lain yang positif.

Semakin mudahnya anak melakukan pergaulan bebas karena adanya kemudahan dengan fasilitas Hand Phone. Dengan sarana teknologi yang memudahkan penggunaan alkohol/miras, narkoba yang begitu pesat, juga tindakan-tindakan pornografi dan pornoaksi yang sudah menjadi hal yang begitu biasa dikalangan anak-anak remaja bahkan anak kecil.

Oleh karena itu menjadi penting berbagai pihak untuk segera bertindak demi menyelamatkan generasi bangsa ke depan, dan ini mutlak menjadi tanggungjawab bersama ibarat orang berada pada sebuah kapal bila dibiarkan melubangi kapal tersebut maka akan memberikan musibah bagi seluruh penumpang kapal itu.

Paling tidak ada tiga pihak yang harus bertanggungjawab dalam masalah perlindungan anak :

  1. Peran Keluarga

Perlindungan anak dari keluarga dimulai dari kesiapan pasangan suami isteri sebelum melangsungkan pernikahan, apakah mereka sudah siap apabila nantinya memiliki anak dengan segala tanggung jawabnya, baik materi maupun non materi. Selanjutnya bagaimana anak terasuh dengan baik, terdampingi, terfasilitasi, terlindungi, terbekali norma agama sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

  1. Peran masyarakat

Apakah Lingkungan RT/RW sudah peduli, sudah memahami begitu urgennya perlindungan anak? Sementara ini lingkungan RT/RW lebih banyak hanya berurusan dengan masalah yang sebetulnya bukanlah hal-hal yang penting tapi justru hampir tak pernah tertarik mengurusi hal-hal yang prinsip fundamental seperti pembangunan mental-karakter, termasuk dalam permasalahan anak dan remaja.

  1. Peran Negara

Setelah negara (pemerintah pusat dan daerah) mengesahkan peraturan-peraturan perlindungan anak mestinya segera menindaklanjuti dengan berbagai sosialisasi yang maksimal sampai ke tingkat jajaran paling bawah, sehingga fungsi peraturan perundang-undangan menjadi lebih nyata, sebagai upaya  prefentif dan tidak hanya simptomatis. Bersyukur di Kabupten Kebumen sudah ada Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak, dan beberapa desa sudah menindaklanjuti dengan membuat Peraturan Desa tentang Perlindungan Anak, dan membentuk lembaga  Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) tapi sayangnya justru di desa Kedungpuji belum membuat Peraturan Desa tentang Perlindungan Anak dan belum terbentuk Kelompok Perlindunga Anak Desa. Mungkin sementara pihak belum/tidak menganggapnya sebagai hal yang penting.

Anak adalah investasi yang paling berharga, anak adalah investasi Dunia dan Akherat, maka mestinya harus menjadi prioritas utama untuk mengelolanya, kita bahkan boleh gagal dalam bisnis dan pekerjaan tapi tidak boleh gagal dalam mengurus anak, bagaimanapun mengurus anak harus jadi prioritas, seperti apapun anak harus dididik dan dilindungi dan harus ada keberhasilan sehingga nantinya bila saatnya ditinggalkan bisa menjadi orang yang mandiri. “.….Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisaa, ayat : 9)***

Penulis : Ust. Sri Winarti, M.H

_______________________________________________________

Terima kasih telah berkunjung di Website Personal kami. Mohon berikan komentar Anda untuk meningkatkan kualitas berita kami.
Layanan Liputan : 081327736138 | Email: saifudinmadugo@yahoo.com

SAIFUDIN-23-1-1024x294

About saifudin

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hii world…, Nama saya Sefudin, Manusia biasa dengan pengalaman biasa-biasa saja. Saya ingin belajar apa saja dari siapa saja. Saya lahir di desa Kebanggaan saya Kedungpuji, Gombong tepatnya tanggal 21 Februari 1985. Saya suka berkawan dengan siapa saja, terutama mereka yang terbiasa dengan kebiasaan aktivitas pendidikan dan sosial. Saya berusaha untuk belajar dari orang lain. Bagi saya semua orang adalah guru saya. Moto hidup saya adalah “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain. Silahkan berkunjung di Website saya di: www.saifudinmadugo.com | www.saifudincomputer.com | www.servicelaptoppanggilan.com atau blognya di: www.saifudin-madugo.blogspot.co.id Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua… untuk terus selalu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Aamiin. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Regards Sefudin

Check Also

Ketua Baru IPNU-IPPNU Ranting Sawangan Terpilih lewat Musyawarah Mufakat

KUWARASAN (www.wartagombong.com) – Konferensi Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *