Home / DESA KEDUNGPUJI / SEKILAS TENTANG SEJARAH DESA KEDUNGPUJI

SEKILAS TENTANG SEJARAH DESA KEDUNGPUJI

Kedungpuji adalah merupakan sebuah desa di kecamatan Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Kedungpuji terdiri dari 4 dusun yaitu: Dusun Entak, Pucang, Plana, dan Kedunglo. Desa Kedungpuji adalah desa paling Timur di Kecamatan Gombong, ke timur berbatasan dengan desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar ke selatan berbatasan dengan desa Panjangsari Kecamatan Gombong ke utara berbatasan dengan desa Klopogodo sedang ke barat atau menuju Ibu Kota kecamatan melewati Desa Wero.

Sebaran mata pencaharian penduduknya mayoritas adalah petani, sebagian kecil pedagang, industry kecil, karyawan dan PNS. Sebagian penduduk ada yang pergi ke luar kota sebagai pekerja Urban dan bahkan ada yang menjadi pekerja Migran ke luar negeri. Ada yang hampir hilang satu potensi pekerjaan masyarakat kedungpuji yaitu menganyam pandan, hal ini mungkin karena tak adanya regenerasi atau karena tidak menariknya dari segi pendapatan.

Tingkat pendidikan di Desa ini lumayan baik walau dengan tingkat pendapatan masyarakatnya yang masih termasuk daerah miskin, semangat masyarakat dalam masalah pendidilan formal cukup baik, beberapa ada yang mencapai pendidikan s2 dan banyak yang sudah menyelesaikan s1. Di Kedungpuji ada satu sekolah tingkat taman kanak-kanak dan dua sekolah dasar negeri.

Konon dulu Desa ini terkenal sebagai wilayah Kadipaten dibawah Kesunanan Surokarto/Solo, dengan nama Kadipaten Pucang terkenal dengan pimpinanya yang bernama Adipati Raden Jono yang makamnya di atas pegunungan (wagir) Grenggeng.

Setelah menjadi Desa Kedungpuji sejak pra Kemerdekaan Republik Indonesia desa ini sudah ada dan termasuk wilayah Distrik Gombong, lurah yang dikenal sampai hari ini ada enam yaitu :

  1. Kartasenjaya : beliau masih simbah kakungnya Bapak Bambang Wijonarko dari Ibu atau juga Simbah Kakung Bu Suri dari Bapak, atau juga bapak dari Ibu Marsitah Ibunya Mas Winanto Nugraha (Oom Nono) dll, Simbah Kartasenjaya menjabat Lurah Kedungpuji/Pucang dijaman Penjajahan.
  2. Samijo Singodimejo: beliau adalah bapak dari Ibu Zubaidah, Pak Jasimin, Pak Bardiantoro (Kepala Desa yang ke 5) dll. Bapak Samijo adalah Lurah pada masa perjuangan dari sebelum kemerdekaan sampai masa Orde baru, masa menjabatnya sangat lama.
  3. Muhadi: Bapak Muhadi menjabat Kepala Desa tidak lagi disebut Lurah menggantikan Bapak Samijo yang merupakan Lurah istimewa karena termasuk perintis desa Pra dan Pasca Kemerdekaan. Era Bapak Muhadi adalah era pemerintahan modern karena sudah Jaman Orde baru, atau jaman Pemerintahan Soeharto.
  4. Teguh Sumantri: Bapak Teguh Sumantri juga era pemerintahan yang istimewa karena pada masa ini munculnya Gerakan Reformasi, ada perubahan masa jabatan Kepala Desa menjadi hanya lima tahun atau bisa dipilih satu kali lagi masa jabatan, jadi maksimal hanya 10 tahun, yang tadinya bisa mencapai 16 tahun.
  5. Bardiantoro, adalah putra Bapak Samijo, beliau menjadi Kepala Desa adalah merupakan darah keturunan atau istilahnya Nunggak Semi. Dan masa jabatan beliau cuma lima tahun.
  6. Yuliono Irmawan, A.Md. beliau adalah kepala Desa yang sekarang masih menjabat (th. 2015) beliau menjabat Kepala Desa di Era Reformasi Transparansi, jabatan kepala desa yang telah mendapat tunjangan dan dana yang nantinya akan mencukupi untuk pembangunan desa, maka desa pada masa kini dan ke depan ditentukan dari kebijakan Good Governance and Clean Government. Desa akan maju atau tidak, bukan lagi ditentukan oleh kekuasaan diatasnya tapi bagaimana memberdayakan kebersamaan dalam Musrengbangdes.

Jaman dulu ketika di Kedungpuji ada keramaian seperti pertunjukan Wayang Kulit atau yang lain maka keramaiannya melebihi keramaian di desa-desa lain, fenomena ini terjadi, karena konon: para pedagang yang berjualan akan banyak yang laku sehingga ketika ada keramaian para pedagang akan berbondong-bondong untuk menjajakan dagangan makanan atau kuliner. Secara gugon tuhon dipercayai karena yang mbaurekso desa Pucang ini membuat orang suka Jajan, ini harus hati-hati karena ada image rakyat Kedungpuji suka belanja.

Dahulu kala juga ada seloroh dari orang-orang luar desa Kedungpuji, bahwa gadis desa Kedungpuji itu orangnya sederhana, nerimo tapi kalau mau dapat gadis Kedungpuji harus rajin bikin Lubang Sampah (pawuhan) karena kebiasaan ibu-ibu Kedungpuji punya kegiatan menganyam anyaman pandan maka pasti sering menghasilkan sampah yang berduri, kalau tak di masukan ke dalam lobang sampah akan berserakan dan bisa menusuk kaki. Tapi jaman telah berubah dan Kedungpuji harus dibangun Jiwanya dan Badannya sehingga Sejahtera Lahir dan Batinnya, Amien. ***@ 2015

Penulis : Ustadz Yunus Anies

Editor : SaifudinMDG

_______________________________________________________

Terima kasih telah berkunjung di Website Personal kami. Mohon berikan komentar Anda untuk meningkatkan kualitas berita kami.
Layanan Liputan : 081327736138 | Email: saifudinmadugo@yahoo.com

SAIFUDIN-23-1-1024x294

About saifudin

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hii world…, Nama saya Sefudin, Manusia biasa dengan pengalaman biasa-biasa saja. Saya ingin belajar apa saja dari siapa saja. Saya lahir di desa Kebanggaan saya Kedungpuji, Gombong tepatnya tanggal 21 Februari 1985. Saya suka berkawan dengan siapa saja, terutama mereka yang terbiasa dengan kebiasaan aktivitas pendidikan dan sosial. Saya berusaha untuk belajar dari orang lain. Bagi saya semua orang adalah guru saya. Moto hidup saya adalah “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain. Silahkan berkunjung di Website saya di: www.saifudinmadugo.com | www.saifudincomputer.com | www.servicelaptoppanggilan.com atau blognya di: www.saifudin-madugo.blogspot.co.id Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua… untuk terus selalu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Aamiin. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Regards Sefudin

Check Also

Jalin Ukhuwah Islamiyah, RISMA Nurul Falaah Gelar Halal Bihalal

GOMBONG (NurfalNews) – Suasana berbeda nampak terlihat di Masjid Nurul Falaah Kedungpuji sore itu. Hal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *