Home / BERITA TERKINI / Soal Wacana Pemekaran Wilayah, Bupati Kebumen Diminta Buka Dialog
Agung Widhianto

Soal Wacana Pemekaran Wilayah, Bupati Kebumen Diminta Buka Dialog

GOMBONG (wartagombong.com) – Bupati Kebumen, HM Yahya Fuad dan para elite politik di Kota Beriman, diminta tidak meremehkan gagasan pemekaran wilayah Kebumen dan menjadikan Gombong sebagai pemerintahan sendiri.  Terkait hal ini, Bupati diminta dapat duduk bersama dan berdialog dengan mereka yang melontarkan isu yang belakangan bikin heboh Kebumen tersebut.“Bupati dapat mengambil langkah bijak untuk melakukan dialog bersama pihak yang mewacanakan pemekaran wilayah. Dengan itu, Bupati dan Pemkab dapat memahami duduk persoalannya dan kepentingannya,” ujar Direktur PandjerSchool of Public (PSP), Agung Widhianto SIP, Rabu (5/7/2017), saat dimintai tanggapan soal isu pemekaran wilayah Kebumen yang digagas Sutiman Raharjo itu.

Menurut Agung Widhianto, adanya pemekaran wilayah di banyak tempat terjadi karena kesenjangan ekonomi dan sosial. Tapi yang paling kuat alasannya adalah perbedaan sikap politik. Itu juga berlaku bagi Kebumen.

Baca juga:
(Gagasan Gombong Melepaskan Diri dari Kebumen Dinilai Prematur)

“Untuk itu, sebelum terjadi banyak pertentangan dan kegaduhan di masyarakat, Bupati dapat  lebih memperhatikan pembangunan yang berkeadilan di wilayah Gombong dan sekitarnya. Intinya, penyelenggaran pemerintahan harus disertai dengan pemerataan,” imbuh Agung.

Agung yang telah banyak melakukan riset kebijakan publik di Kebumen itu melihat, gagasan pemekaran wilayah Kebumen bisa terjadi lantaran sejumlah alasan. Antara lain karena ada sebagian kelompok masyarakat yang mulai paham tentang otonomi daerah dan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih.

“Boleh jadi, mereka yang melontarkan gagasan pemekaran wilayah merasa Gombong dan sekitarnya jauh lebih prospektif secara ekonomi dan sosial dibanding Kebumen,” katanya.

Alasan kedua, adalah kesenjangan pembangunan antar wilayah. Dalam hal ini, Pemkab Kebumen ada kesan lebih berpihak kepada ekonomi dan infrastruktur yang lebih berpihak ke daerah timur Kali Kemit. Padahal Gombong adalah jantung bisnis dan wilayah yang strategis secara nasional. “Dalam hal ini sampai muncul ada istilah barat Kali Kemit dan timur Kali Kemit,” ujar Agung.

Yang juga harus digarisbawahi, kata Agung, gagasan menjadikan Gombong dan sekitarnya sebagai pemerintahan sendiri bisa jadi lantaran ada ketidakpuasan atau kekecewaan dari masyarakat terhadap gaya dan kredibilitas pemimpin Kebumen yang sekarang.

Lebih ekstrim lagi, gagasan ini terlontar karena memang ada pihak-pihak yang ingin membangkitkan kembali kejayaan Gombong masa silam dimana Gombong sudah menjadi daerah penting secara militer, ekonomi, dan politik sejak masa kolonial Belanda. Faktor sejarah itu bahkan terlihat jejaknya saat ini dimana ada kultur yang berbeda antara masyarakat Gombong dan masyarakat Kebumen pada umumnya. Akulturasi di Gombong lebih tinggi dan kehidupan sosial lebih dinamis.

Bila ini yang terjadi, meski sulit dan membutuhkan waktu lama, gagasan menjadikan Gombong dan sekitarnya wilayah pemerintahan baru bukanlah isapan jempol. Apalagi, secara potensi Gombong dan sekitarnya memiliki potensi yang cukup memadai untuk menyelenggarakan pemerintahan sendiri.  “Kalau sampai desakan masyarakat begitu kuat, periode pemerintahan Yahya Fuad tidak dapat menghalangi masyarakat untuk membuat Gombong sebagai kota tersendiri, “ingatnya.

Tapi perlu diingat, kata dia, pembentukan daerah baru punya prosedur yang cukup panjang dan lama. Apalagi, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan moratorium pembangunan daerah otonomi baru (DOB).

Untuk menjadi daerah baru, jelasnya, calon Daerah Baru harus memenuhi syarat administratif, teknis, dan fisik kewilayahan. Untuk kabupaten kebumen, syarat administratif yang harus dipenuhi meliputi, persetujuan DPRD kabupaten Kebumen dan bupati yang sekarang.  Lalu, Bupati mengusulkan ke provinsi untuk dapat persetujuan DPRD dan gubernur Jawa Tengah. Baru setelah itu bisa mengajukan permohonan rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Seperti diberitakan, tokoh Kebumen barat Sutiman Raharjo melontarkan gagasan pembentukan Gombong sebagai wilayah pemerintahan sendiri. Yakni sebagai Pemkot yang dipimpin seorang walikota. Sutiman berargumentasi, pemekaran wilayah ini perlu dilakukan untuk mempercepat pembangunan di Kebumen yang saat ini dinilai stagnan.

Terlebih, wacana Gombong sebagai pemerintahan sendiri lantaran wilayah Kebumen Barat dinilai sudah memenuhi sejumlah persyaratan seperti tertuang dalam Undang-undang Pemerintah daerah nomor 23 tahun 2014 juncto nomor 9 tahun 2015. Diantaranya syarat minimal jumlah kecamatan dan potensi sumber daya yang ada. (cah)
Sumber : www.kebumenekspres.com

Supported by:

sponsor_______________________________________________________

Terima kasih telah berkunjung di Website Personal kami. Mohon berikan komentar Anda untuk meningkatkan kualitas berita kami.
Layanan Liputan : 081327736138 | Email: saifudinmadugo@yahoo.com

SAIFUDIN-23-1-1024x294

About saifudin

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hii world…, Nama saya Sefudin, Manusia biasa dengan pengalaman biasa-biasa saja. Saya ingin belajar apa saja dari siapa saja. Saya lahir di desa Kebanggaan saya Kedungpuji, Gombong tepatnya tanggal 21 Februari 1985. Saya suka berkawan dengan siapa saja, terutama mereka yang terbiasa dengan kebiasaan aktivitas pendidikan dan sosial. Saya berusaha untuk belajar dari orang lain. Bagi saya semua orang adalah guru saya. Moto hidup saya adalah “Khairunnas Anfa’uhum Linnas” Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaat bagi orang lain. Silahkan berkunjung di Website saya di: www.saifudinmadugo.com | www.saifudincomputer.com | www.servicelaptoppanggilan.com atau blognya di: www.saifudin-madugo.blogspot.co.id Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua… untuk terus selalu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Aamiin. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. Regards Sefudin

Check Also

Back To School, Baca Tipsnya!

Pada hari Senin besok tepatnya tanggal 16 Juli 2018, serempak siswa, guru, karyawan dan akademisi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *